Jakarta, Untuk ’sex’, Indonesia ternyata masuk sepuluh besar dunia. Negara ini ada di peringkat ke tujuh di bawah jawara seperti Pakistan, India, atau Mesir.
Prestasi itu adalah untuk pencarian konten syuur di Internet dengan kata kunci ’sex’. Menurut statistik di TopTenReviews yang dikutip detikINET, Rabu (28/3/2007), Indonesia menempati posisi tujuh untuk negara dengan pencarian kata kunci ’sex’ terbanyak di dunia.
Berturut-turut posisi sepuluh besar itu adalah: Pakistan, India, Mesir, Turki, Algeria, Maroko, Indonesia, Vietnam, Iran, dan Kroasia.
Menurut data tersebut, setiap detiknya sebanyak 28.258 pengguna Internet mengakses konten pornografi dan 372 pengguna Internet mengetikkan kata kunci pencarian konten dewasa dalam mesin pencari. Selain itu, setiap detiknya pula, sebanyak kurang lebih US$ 3000 atau sekitar Rp 27,4 juta dibelanjakan demi mengakses konten pornografi.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 10 ribu sumber termasuk situs dan statistik, beberapa laporan dari media internasional serta organisasi pro dan kontra pornografi ini juga mendata 20 kata kunci favorit yang biasa dipakai untuk mencari dan mengakses pornografi. Kata kunci favorit ditempati oleh kata ’sex’, kemudian berturut-turut diikuti oleh ‘porn’, ‘free porn’, ‘cyber sex’, ‘playboy’ dan ‘nude’.
Namun, kata kunci pencarian pun masih berbau gender. Pria biasanya mencari konten porno dengan kata kunci ‘porn’, ‘free porn’, ‘cyber sex’, ‘playboy’ dan ‘nude’. Sementara wanita lebih menyukai pencarian dengan kata kunci ‘adult dating’ dan ‘adult sex’.
Bisnis Miliaran Dollar
Negara adidaya Amerika Serikat tetap menjadi jawara sebagai produsen situs pornografi dengan memproduksi lebih dari 244 juta situs porno. Urutan kedua dalam bisnis ‘panas’ ini ditempati oleh Jerman dengan menghasilkan 10 juta situs porno, sedangkan urutan ketiga diraih oleh Inggris dengan 8,5 juta situs.
Tak hanya itu, produsen video porno terbesar dunia juga masih dikuasai oleh Amerika Serikat, diikuti Brazil, Netherlands, Spanyol dan Jepang.
Industri pornografi di seluruh dunia pada tahun 2006 ternyata mampu menghasilkan US$97 miliar atau sekitar Rp 886 triliun (US$ 1=Rp 9142 sumber:detik.com). Pendapatan pornografi terbesar ada di tangan Cina dengan US$ 27,4 miliar atau sekitar Rp 250 triliun.
Tempat kedua diduduki oleh Korea Selatan dengan pendapatan sebesar US$ 25,7 miliar atau sekitar Rp 234 triliun, di urutan ketiga bertengger Jepang dengan US$20 miliar atau sekitar Rp 182 triliun. Sementara negeri Paman Sam, Amerika Serikat berada di urutan ke-empat dengan pendapatan sebesar US$ 13,3 atau sekitar Rp 121 triliun.
Untuk diketahui, seperti dikutip detikINET dari ContactoMagazine, Rabu (28/3/2007), angka fantastis pendapatan konten pornografi se-dunia tersebut sama seperti gabungan pendapatan perusahaan besar seperti Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo!, Apple, Netflix dan EarthLink.(lni/wsh)
sumber : detikinet.com
April 28, 2007 pukul 1:08 pm |
Memang kita baru terbuka matanya, bahwa ada hiburan bernama ketelanjangan di internet. orang sono-sono udah ngeliat dalam kehidupan di luar internet, jadi gak kaget lagi. begitu kali ya. kaya reformasi kemaren, orang jadi latah ngomong semua karena saking bebasnya sampe gak mikir bener apa nggak
April 29, 2007 pukul 5:26 am |
indonesia mank pada dasarnya suka ma hal2 yg b’bau kaya’ gto,,cuma kitanya ja yg kadang2 g mw mnyadarinya. lalu,,apa gunanya ada undang2 pornografi dan pornoaksi klo kita bisa mengakses hal2 sex di internet..?? udahlah,,mank g perlu munafik klo kita mank suka ma hal2 kaya’ gituan,,coz tu kan menjadi satu kenikmatan tersendiri bagi kita yang melihatnya. ya kn,,??