Tutorial ini ditujukan untuk membantu memahami konsep dan cara kerja dari DNS (Domain Name System) serta tutorial instalasi software DNS menggunakan BIND (Berkeley Internet Name Domain). Tutorial ini mencakup instalasi BIND step by step, membuat zone dari sebuah domain beserta record-recordnya, PTR, serta mengkonfigurasi secondary DNS secara simple. BIND yang digunakan adalah versi 9.2.2rc1 (versi yang paling baru ketika tulisan ini dibuat). Tidak ada copyright apapun dalam dukumen ini, anda bebas menyalin, mencetak, maupun memodifikasi (dengan menyertakan nama penulis asli). Masih banyak kekurangan ataupun mungkin kesalahan pada tulisan ini, oleh karena itu saran, koreksi, kritik, maupun kesalahan ketik silakan dikirimkan ke email tersebut diatas. Terima Kasih.

Jika Anda merasa apa yang saya tulis berikut ini berguna dan ingin membuat saya gembira, Anda bisa mengirimkan satu (atau lebih) CD dari daftar wishlist saya. Tentu saja, usaha Anda akan sangat saya hargai Smile.

1. Pendahuluan
Setiap kali anda meggunakan internet dalam kegiatan anda sehari-hari, maka setiap kali itu pula secara tidak langsung anda menggunakan DNS (Domain Name System). Penggunaan DNS meliputi aplikasi email (electronic-mail), browsing, ssh/telnet, ftp, maupun aplikasi yang lain yang ada kaitannya dengan internet. Fungsi utama dari sebuah sistem DNS adalah menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. Fungsi lainnya adalah untuk memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet. Sebelum kita mulai instalasi BIND kita flashback dulu dengan sejarah internet, DNS dan BIND, serta konsep DNS.

Sejarah Internet
Pada akhir tahun 1960, US. Department of Defense Advanced Research Projects Administration (ARPA/DARPA) mendanai percobaan dan riset tentang jaringan komputer secara luas yang saling menghubungkan antar hampir semua organisasi di Amerika yang akhirnya dikenal dengan sebutan ARPAnet. Hasil dari riset tersebut email (electronic-mail) mulai digunakan.

Pada awal tahun 1980 protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) mulai dikenalkan dan akhirnya menjadi protokol standar dalam struktur jaringan ARPAnet. Jaringan ARPAnet berkembang pesat jumlahnya menjadi ribuan host dan masih menggunakan standar protokol TCP/IP, dan akhirnya jaringan tersebut dikenal dengan internet.

Pada tahun 1988, DARPA digantikan oleh National Science Foundation (NSF) dalam pendanaan riset diikuti dengan penggantian dari ARPAnet menjadi NSFnet sebagai tulang punggung (backbone) jaringan internet. Kemudian pada musim semi tahun 1995, backbone internet melakukan transisi dari NSFnet (yang didanai oleh publik) ke beberapa backbone komersil, dimana memungkinkan interknoneksi antar jaringan bisa menjadi lebih jauh jaraknya. Penyedia backbone komersil tersebut diantaranya adalah MCI dan Sprint serta pemain lama seperti UUNet dan PSINet.

(DNS and BIND 3rd Edition, Paul Albitz & Cricket Liu, 1998 Hal 2)

Sejarah DNS
Pada tahun 1970an jaringan ARPAnet hanya terdiri dari beberapa ratus host saja. Pada waktu itu, sebuah file HOSTS.TXT yang berisi tentang semua informasi host-hosts tersebut masih bisa melayani setiap permintaan query dan menerjemahkan nama ke alamat IP (name-to-address-mapping).Pada sistem operasi berbasis UNIX, file /etc/hosts merupakan hasil dari pengolahan file HOSTS.TXT tersebut. File HOSTS.TXT pada waktu itu dikelola oleh Stanford Research Insitute Network Information Center (SRI-NIC) di Menlo Park, California. File tersebut tersebut didistribusikan ke semua host dan penggunanya hanya dengan menggunakan satu buah host (mesin/komputer) saja. Petugas administrasi dari ARPAnetbiasanya mengirimkan email kepada SRI-NIC tentang perubahan (termasuk penambahan maupun pengurangan) tentang informasi suatu host, dan dalam periode tertentu, mereka melakukan transfer file HOSTS.TXT yang paling baru (biasanya diperbaharui sekali dalam seminggu) dengan menggunakan protokol ftp. Seiring dengan berkembangnya jaringan ARPAnetdan penggunaan protokol TCP/IP, ukuran dari file HOSTS.TXT menjadi besar dengan bertambahnya jumlah host yang bergabung dengan jaringan ARPAnet. Kemudian timbul beberapa masalah dengan penggunaan file HOSTS.TXT ini, misalnya :

Trafik dan Beban (Traffic and load)
Beban mesin dan trafik (bandwith) di SRI-NIC dalam mendistribusikan file menjadi lebih berat dan besar

Penamaan yang saling bentrok (name collisions)
Pada file HOSTS.TXT tidak diperkenankan adanya dua buah nama host yang sama. Namun pada prakteknya, tidak ada cara untuk mencegah seseorang untuk menambahkan nama yang sama sehingga kemungkinan bisa menjadi bentrok dan pada akhirnya merusak skema yang telah ada

Keaslian (consistency)
Mengelola keaslian dan keutuhan sebuah file antar beberapa jaringan yang sedang berkembang pesat merupakan sesuatu hal yang sulit dilakukan

Berangkat dari masalah-masalah tersebut diatas, ARPAnet membentuk suatu sistem alternatif pengganti dari sistem lama yang menggunakan file HOSTS.TXT. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah dalam pengelolaan tabel host yang sangat beraneka ragam dan masih menggunakan metode sentralisasi. Pada sistem yang baru, seorang sistem administrator memungkinkan untuk mengelola data secara loka, namun akan selalu update secara global di internet. Sistem yang menggunakan metode desentralisasi ini diharapkan akan mengurangi beban dan trafik, serta pengelolaan data dan proses update dari sebuah informasi akan menjadi lebih mudah.

Paul Mockapertis dari University of Southern California Information Science Institute di Marina del Rey, California, dipilih sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap rancangan, desain, arsitektur dan implementasi dari sistem pengelolaan data host yang baru. Pada tahun 1984 beliau merilis RFC (Request For Comment) 882 dan RFC 883 yang menjelaskan tentang Domain Name System (DNS). Kemudian disusul dengan RFC 1034 dan RFC 1035 yang juga menambahkan tentang masalah kemanan DNS, penerapan (implementasi), pengelolaan (adminstrative),mekanisme pembaharuan data secara dinamis, serta kemanan data dalam sebuah domain dan lain-lainnya.

(DNS and BIND 3rd Edition, Paul Albitz & Cricket Liu, 1998 Hal 3)

Konsep dan hirarki DNS
DNS adalah suatu bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara lokal terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan (internet) dengan menggunakan skema client-server. Suatu program yang dinamakan name server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan resolver bagi client-client yang berhubungan ataupun menggunakannya.

Struktur dari database DNS bisa diibaratkan dengan dengan struktur file dari sebuah sistem operasi UNIX. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan (label) misalnya, .org, .com, .edu, .net, .id dan lain-lainnya, yang relatif rerhadap puncaknya (parent).Ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada sistem file UNIX,seperti direktori bin, usr, var, etc dan lain sebagainya. Pada puncak root node dalam sebuah sistem DNS dinotasikan dengan “.” atau “/” pada sistem file UNIX.

Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada sistem file UNIX merupakan root direktori dari sebuah direktori. Hal ini pada sistem DNS disebut dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau subdirektori pada sistem file UNIX. Pada bagian subdomainjuga memungkinkan adanya subtree lagi yang bisa dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.

(DNS and BIND 3rd Edition, Paul Albitz & Cricket Liu, 1998 Hal 4)

Sejarah BIND
Program DNS yang bernama JEEVES pertama kali diimplementasikan dan ditulis sendiri oleh Paul Mockapertis. Kemudian diteruskan oleh BIND (versi 4.8.3) yang diimplementasikan pada sistem operasi 4.3 BSD UNIX yang ditulis oleh Douglas Terry, Mark Painter, David Riggle dan Songnian Zhou dari Computer Systems Research Group (CSRG) pada Universitas California di Berkeley. Pada tahun antara 1985-1987, Kevin Dunlap seseorang dari Digital Equipment Corporation (DEC) bergabung dengan CSRG yang kemudian diikuti oleh Doug Kingston, Craig Partridge, Smoot Carl- Mitchell, Mike Muuss, Jim Bloom dan Mike Schwartz. Pemimpin dari proyek ini adalah Mike Karels dan O. Kure.

BIND versi 4.9 dan 4.9.1 kemudian dirilis oleh DEC (yang sekarang diakusisi oleh Compaq Computer Corporation). Pemimpin dari proyek ini adalah Paul Vixie yang merupakan karyawan dari DEC serta dibantu oleh Phil Almquist, Robert Elz, Alan Barrett, Paul Albitz, Bryan Beecher, Andrew Partan, Andy Cherenson, Tom Limoncelli, Berthold Paffrath, Fuat Baran, Anant Kumar, Art Harkin, Win Treese, Don Lewis, Christophe Wolfhugel, dan lain-lainnya. BIND versi 4.9.2 kemudian diambil alih oleh Vixie Enterprises, dan Paul Vixie menjadi arsitek dan programmernya. BIND mulai dari versi 4.9.3 dan seterusnya kemudian diambil alih oleh Internet Software Consortium (ISC) dan akhirnya untuk pertama kalinya, pada tanggal 8 Mei 1997 Bob Halley dan Paul Vixie merilis versi BIND untuk keperluan produksi. Sekarang BINDversi 4 sudah mulai jarang digunakan, dan sebagai penggantinya adalah BIND versi 8 dan versi 9.

(http://www.isc.org/products/BIND/bind-history.html)

Cara kerja DNS
Ketika anda melakukan query (bisa berupa ping, ssh, dig, host, nslookup, email, dan lain sebagainya) ke sebuah host misalnya durmagati.ee.kurowo.edu maka name server akan memeriksa terlebih dahulu apakah ada record host tersebut di cache name server lokal. Jika tidak ada, name serverlokal akan melakukan query kepada root server dan mereferensikan name server untuk TLD .edu , name server lokal kembali melakukan query kepada name server .edu dengan jenis query yang sama dan mereferensikan kurowo.edu . Name server lokal kembali melakukan query ke name server kurowo.edu dan mereferensikan query selanjutnya ke name server lokal yaitu ee.kurowo.edu . Kemudian name server lokal melakukan query kepada name server lokal yaitu ee.kurowo.edu dan akhirnya mendapatkan jawaban address yang diminta. Penamaan host durmagati.ee.kurowo.edu mungkin bisa diartikan nama sebuah komputer (durmagati) pada Electrical Engineering Department (ee) pada Universitas Kurowo (kurowo.edu) , mungkin juga salah Smile

2. Instalasi BIND
Anda bisa mendapatkan softare BIND yang paling baru dari website resmi ISC dengan alamat http://www.isc.org/products/BIND. Ketika tulisan ini dibuat versi calon rils (release candidate/rc) yang paling baru adalah 9.2.2rc1 (dirilis pada tanggal 14 Agustus 2002) dan versi stable 9.2.1 (dirilis pada tanggal 1 Mei 2002). Kebetulan mesin yang digunakan untuk percobaan adalah menggunakan sistem operasi Linux dengan distro Redhat 7.2 (Enigma), tentu anda bisa menggunakan distro favorit anda yang lain Smile. Karena pada distro Redhat pada instalasi default sudah menyertakan BIND dalam format RPM, maka langkah pertama adalah menghapus software tersebut dari sistem. Jika anda tidak menggunakan Redhat ataupun tidak ada software BIND yang telah ada, anda bisa melewati langkah berikut ini (INGAT, jika ada BIND yang telah jalan dan anda ingin melakukan upgrade, silakan kreatif dengan membuat salinan atau backup terlebih dahulu) :

[root@wedus asfik]# for a in $(rpm -qa | grep ^bind); do rpm -e –nodeps $a; done
[root@wedus asfik]# userdel -r named
[root@wedus asfik]# rm -rf /var/named

Diasumsikan anda terhubung ke internet dan terdapat utilitas wget untuk mendowload software dari ISC, jika anda telah mempunyai source BIND anda bisa melewati langkah berikut ini :

[root@wedus asfik]# wget ftp://ftp.isc.org/isc/bind9/9.2.2rc1/bind-9.2.2rc1.tar.gz

Kemudian kita mekarkan file source, melakukan kompilasi dan menambah user yang akan menjalakan BIND, pada proses make install akan terbentuk direktori /usr/local/named sebagai direktori utama dimana software ini disimpan :

[root@wedus asfik]# tar -xzvf bind-9.2.2rc1.tar.gz
[root@wedus asfik]# cd bind-9.2.2rc1
[root@wedus bind-9.2.2rc1]# ./configure –prefix=/usr/local/named
[root@wedus bind-9.2.2rc1]# make
[root@wedus bind-9.2.2rc1]# make install
[root@wedus bind-9.2.2rc1]# adduser -d /var/named -s /bin/false named

Ganti direktori ke home direktori user named serta mendownload file named.root yang berisi tentang informasi dari root-servers :

[root@wedus bind-9.2.2rc1]# cd /var/named
[root@wedus named]# wget ftp://internic.net/domain/named.root

Kemudian buat file untuk reverse PTR localhost (anda bisa menggunakan editor favorit anda, disini kita menggunakan vi) :

[root@wedus named]# vi db.127.0.0

Isi file db.127.0.0 adalah :

$TTL 86400
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
2003021500 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.

Kemudian salin file db.127.0.0 ke alamat network IP anda (bisa IP intranet atau IP yang anda dapatkan dari ISP anda), disini dimisalkan network yang akan kita reverse adalah 10.126.24.0/24 dan IP 10.126.24.1 adalah IP dimana software BIND akan kita install :

[root@wedus named]# cp db.127.0.0 db.10.126.24

Kemudian buat file yang berisi tentang zone dari localhost :

[root@wedus named]# vi db.localhost

Isi dari file db.localhost adalah :

$TTL 86400
$ORIGIN localhost.
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
2003021500 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS localhost.
IN A 127.0.0.1

Buat sebuah direktori untuk menyimpan file konfigurasi dari daemon program BIND :

[root@wedus named]# mkdir /usr/local/named/etc

Buat file /usr/local/named/etc/named.conf yang akan dijadikan sebagai file konfigurasi dari program BIND :

[root@wedus named]# vi /usr/local/named/etc/named.conf

Isi dari file /usr/local/named/etc/named.conf adalah :

options {
directory “/var/named”;
allow-transfer { 10.126.24.2/32; };
pid-file “/var/named/named.pid”;
};

logging {
category lame-servers { null; };
};

zone “.” IN {
type hint;
file “named.root”;
};

zone “localhost” IN {
type master;
file “db.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db.127.0.0”;
allow-update { none; };
};

zone “24.126.10.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db.10.126.24”;
};

Kemudian meng-generate file konfigurasi yang akan digunakan oleh program rndc, ingat hasil dari perintah rndc-confgen bisa jadi berbeda dengan apa yang ditampilkan disini :

[root@wedus named]# /usr/local/named/sbin/rndc-confgen

Kemudian copy-paste dari hasil perintah tersebut diatas mulai dari baris “# Start of rndc.conf” sampai dengan baris “# End of rndc.conf”, simpan dengan nama file /usr/local/named/etc/rndc.conf . Kemudian copy-paste lagi dengan menghilangkan tanda “#”, mulai dari baris “# key “rndc-key”…” sampai dengan baris yang hampir paling bawah diatas baris “# End of named.conf ” yaitu sampai dengan baris “};” kemudian tambahkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf . Sebagai contohnya adalah sebagai berikut ini, isi dari file /usr/local/named/etc/rndc.confmisalnya :

# Start of rndc.conf
key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==”;
};

options {
default-key “rndc-key”;
default-server 127.0.0.1;
default-port 953;
};
# End of rndc.conf

Sedangkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf ditambahkan sebagai berikut :

key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==”;
};

controls {
inet 127.0.0.1 port 953
allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };
};

Atau mungkin anda bisa menggunakan trik dibawah ini (tapi mungkin tidak selalu berhasil seperti yang anda harapkan, use it at your own risk Smile ) :

[root@wedus named]# /usr/local/named/sbin/rndc-confgen > confgen.tmp
[root@wedus named]# grep -v “^#” confgen.tmp > /usr/local/named/etc/rndc.conf
[root@wedus named]# grep “^#” confgen.tmp | sed 1,3d | sed -e “s/\# //g” | sed -e “s/End of named.conf//g” >> /usr/local/named/etc/named.conf
[root@wedus named]# rm -rf confgen.tmp

Kemudian langkah selanjutnya adalah mengubah kepemilikan home direktori dari user named, kemudian menjalankan daemon dari program BIND :

[root@wedus named]# chown -R named.named /var/named
[root@wedus named]# /usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf

Jika sukses anda bisa melihat pada file /var/log/messages pesan-pesan sebagai berikut :

[root@wedus named]# tail -f /var/log/messages
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: starting BIND 9.2.2rc1 -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: using 1 CPU
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: loading configuration from ‘/usr/local/named/etc/named.conf’
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: no IPv6 interfaces found
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: listening on IPv4 interface lo, 127.0.0.1#53
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: listening on IPv4 interface eth0, 10.126.24.1#53
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: command channel listening on 127.0.0.1#953
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone 24.126.10.in-addr.arpa/IN: loaded serial 2003021500
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone 0.0.127.in-addr.arpa/IN: loaded serial 2003021500
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone localhost/IN: loaded serial 2003021500
Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: running

Untuk mengaktifkan daemon BIND setiap kali komputer direstar, tambahkan perintah “/usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf” pada file rc.local didistro kesayangan anda. Jika anda menggunakan Redhat file rc.local terdapat pada direktori /etc, misalnya :

[root@wedus named]# echo “/usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf” >> /etc/rc.local

Kemudian kita set resolver agar menggunakan name server localhost:

[root@wedus named]# echo “nameserver 127.0.0.1” > /etc/resolv.conf

Testing query menggunakan name server localhost dengan perintah host :

[root@wedus named]# host 127.0.0.1
1.0.0.127.in-addr.arpa domain name pointer localhost.
[root@wedus named]# host localhost
localhost has address 127.0.0.1

Atau dengan menggunakan perintah dig :

[root@wedus named]# dig -x 127.0.0.1
; > DiG 9.2.2rc1 > -x 127.0.0.1
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER> DiG 9.2.2rc1 > kurowo.edu
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER> DiG 9.2.2rc1 > -x 10.126.24.4
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER
Subject: Re: Ask about permission
To: Asfihani (by way of Mary Hubben )
Cc: permissions@xxxxxxx.com, maryh@xxxxxxx.com
Date: Tue, 18 Feb 2003 13:51:35 -0800
X-Mailer: QUALCOMM Windows Eudora Version 4.3.2
X-Spam-Status: No, hits=-5.0 required=5.0 tests=IN_REP_TO version=2.20
X-Spam-Level: Message-Id:

Hello Asfihani,
Thank you for your mail and inquiry.

O’Reilly gives you permission to use the below mentioned material
from “DNS and BIND” 3rd edition for educational purposes only.
Since there is a new edition available, it will be appreciated if you add to
the reference information a link to the source http://www.oreilly.com/catalog/dns4/
so readers know where to find the most current information.

I hope this is helpful.
Best,
Cindy

Salinan ijin dari Internet Software Consortium (Sejarah BIND) :

From: Paul Vixie
Subject: Re: Ask about permission
To: Asfihani
Cc: info@xxxxxxx.org Date: Mon, 17 Feb 2003 15:59:20 +0000
X-Mailer: MH-E 7.2; nmh 1.0.4; GNU Emacs 21.2.1
X-Spam-Status: No, hits=-5.0 required=5.0 tests=IN_REP_TO version=2.20
X-Spam-Level: Message-Id:

no problem. please give us attribution when you quote our material.
but, you may quote as much of it as you wish.

6. Referensi

DNS and BIND 3rd Edition ditulis oleh Paul Albitz dan Cricket Liu, penerbit O’Reilly tahun 1998, anda bisa mendapatkan edisi yang paling baru (edisi ke 4) di http://www.oreilly.com/catalog/dns4
http://www.isc.org/products/BIND/bind-history.html
http://www.tldp.org/HOWTO/DNS-HOWTO.html

————-

Asfihani (asfik@cakraweb.com)
16 Februari 2003

Iklan