Penggunaan media layar sentuh (touchscreen) sudah jamak kita temukan pada ponsel keluaran anyar terutama kelas hi-end. Kini, ada teknologi baru yang dikembangkan Mitsubishi dan NTT DoCoMo, bukan lagi touchscreen namun touchkeypad.
Bila perhatian Anda cukup besar terhadap dunia perponselan, mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah touchscreen. Istilah itu ditujukan bagi layar yang memiliki sensor. Sehingga Anda bisa memberikan input (berupa perintah untuk menjalankan atau melakukan operasi tertentu) hanya dengan menyentuh atau menekan bagian dari layar saja.

Di perponselan, teknologi dengan menggunakan media layar sentuh kini masih didominasi ponsel-ponsel kelas hi-end. Nah, kini ada teknologi baru yang dikembangkan di negeri Matahari Terbit yang sepertinya tak henti melakukan berbagai inovasi baru.

Teknologi yang akan dibicarakan di sini juga masih berurusan dengan sentuh-menyentuh. Namun bedanya, kali ini yang disentuh bukan lagi layar dari sebuah ponsel, tetapi tombol-tombol keypad-nya. Jadi bukan touchscreen, tetapi touch keypad.

Kendati masih dalam tahap pengembangan, namun sudah sejak Oktober lalu Mitsubishi bersama-sama dengan mitranya, NTT DoCoMo, yang melakukan inovasi baru ini mengumumkan ponsel yang menganut teknologi tersebut. Bahkan dalam kesempatan itu, mereka sempat mempertontonkan prototipe ponsel itu. Bagaimana sih ‘penampakannya’?

Ponsel Dua Layar Internal

Ponsel yang ditampilkan oleh pengembang tombol sentuh ini secara fisik tidaklah tampak berbeda dengan peranti serupa lainnya. Kalau hanya melihatnya terpajang di etalase, bisa dipastikan Anda tidak akan mengenali keunggulan tombol sentuhnya.

Namun bila Anda lebih memperhatikan lebih jauh lagi maka di bagian dalam ponsel tersebut terdiri dari dua buah layar yang terdapat di masing-masing bagian lipatan. Layar yang diberikan di sini bukan layar yang ‘macam-macam’ kok, hanya layar yang biasa digunakan seperti pada ponsel-ponsel lainnya.

Layar sebelah atas persis sama difungsikan sebagaimana ponsel lainnya. Layar ini akan memperlihatkan tampilan menu, serta apapun yang kita masukkan (input) dari keypad.

Nah, bila selama ini akan ada keypad di bawah layar tadi, kali ini yang ada juga hanya layar lagi. Namun, bedanya layar yang berada di sebelah bawah ini akan menampilkan barisan tombol-tombol yang disesuaikan dengan apa yang diminta untuk disajikan, entah itu tombol angka, huruf, ataupun pilihan lain yang bakal menghubungkan ke fitur-fitur yang ada pada ponsel ini.

Dan tentu saja, layar yang di bawah ini dilengkapi dengan sensor untuk bisa ‘membaca’ tombol apa yang Anda sentuh untuk kemudian disajikan di layar sebelah atas, berikut dengan perintah yang Anda berikan.

Namun, meskipun memang dikembangkan teknologi tombol sentuh ini, namun Mitsubishi ternyata tidak mereduksi seluruh tombol yang harus ditekan. Masih tersisa beberapa tombol ‘inisial’ yang berfungsi seperti laiknya tombol menu yang khusus disediakan untuk masuk ke berbagai fitur di dalam ponsel.

Tiga Tombol

Pada prototipe ponsel yang diusungkan dengan teknologi ini, ada tiga buah tombol yang masing-masing akan nasuk ke dalam fungsi kamera, telepon, dan e-mail. Tombol kamera dapat Anda pencet bila Anda ingin menggunakan fungsi kamera digital yang sudah terintegrasi.

Tombol telepon akan menampilkan barisan tombol angka pada layar yang terdapat di bagian bawah. Sehingga, bila Anda menyentuh angka-angka tersebut, layar di bagian atas akan segera menampilkannya. Begitu pula bila Anda akan melakukan panggilan, Anda hanya perlu menyentuh bagian di layar yang menampilkan tombol nada panggil.

Tombol ‘inisial’ e-mail akan menyuguhkan tombol-tombol huruf untuk memudahkan Anda menulis pesan. Sayangnya, sejauh ini Mitsubishi baru menyediakan huruf-huruf dalam bahasa Jepang saja, jadi masih belum dalam huruf latin.

Yang kemudian menjadi ‘kendala’ dalam teknologi ini adalah bahwa bila kemudian Mitsubishi ingin menyuguhkan ponsel dengan fitur yang cukup ‘canggih dan lengkap’, maka akan dibutuhkan tombol inisial yang lebih banyak lagi. Untuk itu, agaknya Mitsubishi agaknya masih perlu mengembangkan cara untuk mereduksi tombol tanpa harus mengorbankan fiturnya.

Dengan teknologi tombol sentuh seperti ini, Mitsubishi dan NTT DoCoMo berharap dapat menyediakan interface yang bisa memudahkan pengguna, terutama mungkin akan sangat membantu anak-anak kecil atau para penyandang cacat sehingga mereka bisa lebih mudah dan cepat dalam memfungsikan peranti komunikasi tersebut. (trendigital)

Iklan