(Minggu,11/02/2007:pkl.11.00 wib)JAKNEWS.COM“The RSA Conference 2007′ yang berlangsung di San Francisco (AS) sekali lagi membuktikan wacana adanya kenaikan ancaman dari “Ransomware”. Selain semakin tingginya ancaman Ransomware, para peserta konfrensi yang datang dari para ahli keamanan termasuk dari vendor antivirus ini menyebut bahwa sebuah vendor antivirus tidak bisa lagi sendirian menghadapi sejumlah ancaman yang semakin meningkat itu.Jadilah ajang yang berlangsung dari 5 pebruari hingga 9 pebruari itu menjadi sharing informasi atas sejumlah trend dari sisi `security`.

Sejumlah trend baru dari para pembuat virus,worm dan trojan horsepun bermunculan di ajang konfrensi.

Simak misalnya persamaan pendapat mengenai tindakan kriminal online saat ini sudah tidak lagi bertujuan untuk melakukan serangan secara frontal.

Namun lebih pada melakukan pencurian data yang akan mendatangkan uang sebagai tebusanya.

Eugene Kaspersky yang merupakan chairman dari vendor antivirus asal Rusia `Kaspersky Labs` bahkan menilai “ransomware Trojans” akan menjadi trend serangan disepanjang 2007 ini.

Ia menjelaskan bahwa malware jenis ini menjangkiti PC dengan melakukan pencurian data secara `encrypts` dan kemudian menyampaikan pesan bahwa data bisa dibuka jika si empunya mau mengirimkan sejumlah uang kepada sang pembuat malware.

Apa yang diungkapkan oleh Kaspersky tidaklah baru karena mulai maret 2006 silam sudah ditemukan malware semacam ini yang disebut dengan `Cryzip` sebagai tindak lanjut ditemukanya `GPCode` pada mei 2005.

Baik`Cryzip` dan `GPCode` tidak memberikan dampak yang merusak, namun Kaspersky merasayakin bahwa pelaku cybercriminals akan lebih memfokuskan teknik ini.

Kaspersky kemudian membuka tabir mengenai versi final dari `GPCode`yang menggunakan 660-bit encryption key, yang jika dibuka dengan satu PC akan memerlukan waktu selama30 tahun untuk bisa di crack.

“Kami mampu melakukan cracked untuk versi final ini hanya dalam 10 menit karena pembuatnya tidak membaca sampai akhir `cryptographic`,” jelas Kaspersky.

“Namun jika sang pembuat melakukanya sampai akhir maka vendor antivirus tidak akan mampu melakukan apa-apa.’

Jika ransomware menunjukan trend menaik maka Kaspersky melihat hal sebaliknya terjadi pada penyebaran virus yang memiliki dampak `distributed denial of service` (DDoS).

Salah satu alasan penurunan serangan DDoS ini adalah semakin canggihnya teknologi firewall yang akan mampu menjejaki traffic sebelum melumpuhkan server lainya.

Sejumlah perusahaan asal Inggris termasuk `Betfair`pernah merasakan serangan DDoS tepatnya pada 2004 silam.

Soal lemhanya hukuman juga menjadi kendala utama yang disampaikan oleh Kaspersky.

Jika tahun 2004 ada 100 orang yang ditahan maka2005 naik menjadi 400 namun 2006 kembali turun 100 orang.

Kaspersky menduga bahwa pelaku utama kejahatan cyber masih tetap bergentayangan.

Paparan Kaspersky itu membuat Art Coviello yang merupakan presiden dari `RSA Security` menilai bahwa kini saatnya para vendor untuk bersatu karena jika hanya sendiri-sendiri maka para hackers akan terus melakukan aksinya.

Coviello menunjuk perkiraan bakal tersebaranya 200.000 virus disepanjang 2007ini yang sekaligus akan menjadi tantangan terbesar bagi para vendor antivirus.

RSA Confrence 2007 dihadiri oleh 300 perusahaan keamanan atau mengalami kenaikan hampir 100 perusahaan bila dibandingkan tahun silam.

RSA sendiri memiliki spesialisasi dalam metode encryption dan authentication dimana akhir 2006 silam, EMC mengakuisisi RSA.

Akuisisi itu membuat EMC memiliki peluang untuk menyamai pencapaian yang diperoleh oleh vendor Symantec yang sebelumnya melakukan akuisisi atas `Veritas Software`.

Iklan