Pekanbaru, Para pecinta situs porno tampaknya mulai deg-degan. Bila mereka tetap membuka situs porno di warung internet (warnet) atau kantor, bisa-bisa polisi akan menangkapnya. Tanpa pandang bulu. Nah, lho!
Pengawasan situs porno di warnet maupun perkantoran sudah menjadi niat polisi di Pekanbaru, Riau. Saat ini, Poltabes Pekanbaru sedang melatih para anggotanya untuk kemudian diterjunkan dalam waktu dekat untuk merazia warnet dan perkantoran pemerintah atau swasta.

Memang, aksi merazia pengguna situs porno belum akan dilakukan dalam bulan ini. Tapi paling tidak pihak Poltabes Pekanbaru sudah mengarah ke sana. Kini, tim intelijen dan reserse tengah dilatih khusus untuk mengenal lebih jauh apa itu jaringan internet.

“Sebelum kita melakukan razia terlebih dahulu saya harus melatih anggota. Artinya kita terlebih dahulu mengenal lebih jauh bagaimana sistem pengguna internet tersebut. Setelah semuanya matang, baru kita akan turunkan tim untuk memantau ke sejumah warnet atau perkantoran,” kata Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, Kompol Edi Fariyadi dalam perbicangan dengan detikcom, Kamis (23/02/2006).

Memang untuk menangkap siapa pengakses situs porno, bukan hal yang gampang. Karena itu, menurut Edi, pihaknya akan bekerjasama dengan tim intel. Selain itu juga akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait lainnya. Bila semuanya telah matang, maka nantinya intelijen akan disusupkan di setiap warnet atau perkantoran.

“Semua ini perlu pelatihan yang cukup matang. Sebab, kami juga tidak mau asal tangkap saja. Kalau anak buah yang di lapangan main asal tangkap, malah saya yang malu. Ini kita lakukan untuk mendukung dari rancangan pemerintah tentang UU Pornografi,” kata Edi.

Menurut Edi, untuk menelusuri soal media alam maya bukan hal yang gampang. Apalagi sampai menelusuri pemilik situsnya. Sebab, sebagian besar pemilik situs porno berasal dari luar negeri.

“Mungkin untuk ke arah siapa pemilik situs porno membutukan waktu dan kerjaan yang lumayan sulit. Tapi paling tidak, mengutip ungkapan Aa Gym, semuanya harus kita mulai dari yang kecil-kecil dahulu,” kata Edi sembari tertawa.

Membuka situs porno di warnet, kata Edi, sama saja melihat atau mempertontonkan hal-hal pornografi. Sedangkan bagi si pengakses selama melihat adegan bugil bisa menikmatinya. “Kalau mau lihat situs porno di rumah sendiri saja, jangan di tempat umum” kata Edi kembali tertawa.

Kalau begitu kapan razia itu akan dilakukan? “Tunggu saja tanggal mainnya,” ujar Edi. Hati-hati! (asy)

disadur dari –> http://www.detikinet.com

Iklan