Murid Lawan Guru

Manchester United memiliki segalanya untuk keluar sebagai pemenang semifinal Piala FA melawan Watford, Sabtu (14/4). Dari segi teknis hingga nonteknis, seperti moral tinggi, rekor, dan Villa Park, berpihak pada mereka. Apa yang bisa dilakukan Watford?
Kemenangan 7-1 atas Roma pada tengah pekan memperlihatkan betapa dahsyatnya kekuatan United. Kelelahan fisik pasti tidak akan dirasakan Setan Merah. Mental pasukan Sir Alex Ferguson pun ada di titik tinggi.

“Setiap pemain sangat percaya diri. Mereka memiliki keyakinan besar pada kemampuan mereka sendiri,” ucap Cristiano Ronaldo, motor serangan United, setelah hasil luar biasa tersebut.

Wacana meraih impian trigelar seperti 1999 menjadi wajar. Namun, Watford mesti ditekuk di Villa Park. Di atas kertas, United tidak akan menemui kesulitan menghadapi The Hornets. Kontra Watford, United tidak pernah kalah pada sembilan partai terakhir, termasuk kemenangan pada dua duel liga musim ini.

Walau berada di dasar klasemen Premiership dan bisa dikatakan sulit menghindari degradasi, Watford siap memberikan kejutan. Piala FA menjadi harapan terakhir klub Hertfordshire ini untuk menggapai prestasi.

Pengalaman

Walau terlambat, proses belajar menuai hasil bagus. Kemenangan atas Portsmouth, yang menjadi penakluk United, pekan lalu membangkitkan moral sebelum melawan Red Devils.

“Walau hanya semusim, kami bermain melawan beberapa tim terbaik di dunia. Pengalaman yang kami dapatkan akan membuat kami solid di masa depan,” ucap manajer Watford, Adrian “Aidy” Boothroyd.

United, tak pelak, adalah salah satu tim yang dimaksud Aidy. Masa depan yang dimaksud sang pelatih pun belum akan terjadi dalam waktu dekat. Watford memang kalah segalanya melawan The Red Devils.

Bila demikian, tidak salah menyebut murid butuh keajaiban untuk bisa menyingkirkan guru yang belum ingin lengser ini. (Christian Gunawan)

Iklan