Jakarta, Hati-hati mengunjungi situs dengan nama domain berakhiran .tk. Menurut survey McAfee hingga 10 persen situs .tk mengancam keamanan pengunjung.

Akhiran domain .tk merupakan milik sebuah negara pulau kecil Tokelau. Sejak 2001 negara itu menawarkan akhiran .tk untuk digunakan secara gratis oleh pengguna internet dengan ‘imbalan’ berupa iklan pada situs-situs .tk.
Survey yang digelar perusahaan antivirus McAfee menunjukkan, sebanyak 10,1 persen situs .tk mendapatkan rating ‘merah’ atau ‘kuning’. Seperti warna lampu lalu-lintas, rating merah diberikan pada situs yang berbahaya dan bisa mengancam pengunjungnya, sedangkan kuning adalah situs yang harus dikunjungi dengan hati-hati.

Seperti dikutip detikINET dari situs McAfee SiteAdvisor.com, Selasa (13/3/2007), survey dilakukan terhadap 265 domain top-level. Ini termasuk .com, .org, .info, hingga domain negara seperti .tk, .tv, atau .us. Beberapa negara dalam riset itu tidak mendapatkan rating karena jumlah domain yang disurvey hanya sedikit. Indonesia termasuk negara yang tidak mendapatkan rating.

Situs non-negara yang paling berisiko adalah .info. Berada pada posisi kedua, 7,5 persen situs .info disebutkan memiliki rating merah atau kuning. Sedangkan situs .com, yang paling banyak digunakan di dunia, berada pada posisi kelima dengan kadar 5,5 persen.

Situs paling aman dalam survey tersebut adalah .gov, akhiran domain untuk pemerintah Amerika Serikat, yang memiliki kadar situs merah dan kuning 0,0 persen. Untuk nama domain spesifik negara, Finlandia dan Irlandia adalah yang paling bersih dengan kadar 0,1 persen saja.

Jika Indonesia tidak masuk peta dalam survey tersebut, tidak demikian halnya dengan negara-negara tetangga kita. Mulai dari Malaysia (posisi 61; dengan kadar 0,3 persen), Singapura (posisi 63; 0,3 persen), Filipina (19; 2,1 persen), dan Vietnam (29; 1,2 persen)tercantum di daftar itu.

McAfee mengatakan survey ini tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi situs berdasarkan negara asal. “Domain bisa dimiliki oleh orang dari kewarganegaraan apapun. Sebagai contoh, .com didaftarkan pada orang dari hampir seluruh negara di dunia,” demikian pernyataan McAfee. (wsh/nks)

Iklan