Jakarta, Peneliti keamanan melakukan pelacakan terhadap e-mail spam yang beredar di seluruh dunia. Salah satu sumber spam ternyata berasal dari jaringan milik militer Amerika Serikat (AS).
Penelitian itu dilakukan oleh peneliti keamanan Support Intelligence dengan menempatkan beberapa komputer yang sengaja dibuka untuk menerima spam. Selain militer, 28 dari perusahaan dalam daftar Fortune 1000 juga menjadi sumber spam.

Rick Wesson, CEO Support Intelligence, mengatakan spam yang menawarkan pil Viagra terdeteksi berasal dari alamat Internet Protocols (IP) milik markas Angkatan Udara AS di Randolph, Texas. Demikian dikutip detikINET dari TheRegister, Selasa (17/4/2007).

Adanya spam dari alamat IP milik militer AS itu mengindikasikan ada masalah keamanan pada komputer dalam jaringan. Kemungkinan komputer tersebut terinfeksi oleh program jahat sehingga mengirimkan spam tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Selain militer, Support Intelligence juga menemukan spam yang berasal dari komputer dalam jaringan milik perusahaan besar. Ini termasuk nama besar di dunia teknologi informasi, seperti Hewlett-Packard atau Oracle.

Tidak disebutkan seberapa banyak spam yang berasal dari komputer pada jaringan militer AS maupun pada perusahaan-perusahaan besar itu. (wsh/wsh)

Iklan